Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Cerita Ngewe Lobang Anal Pembantu Ku Yarmi

Cerita Ngewe Lobang Anal Pembantu Ku Yarmi

 Iklans.com - Kira-kira empat bulan lalu, aku pindah dari rumah kontrakanku ke rumah yang aku beli. Rumah yang baru ini hanya beda dua blok dari rumah kontrakanku. Selain rumah aku pun mampu membeli sebuah apartemen yang juga masih di lingkungan aku tinggal, dari rumahku sekarang jaraknya 3 km. Selama aku tinggal di rumah kontrakan, aku mengenal seorang pembantu rumah tangga, sebut saja Yarmi. Dia juga pelayan di toko milik majikannya, jadi setiap aku atau istriku belanja, Yarmi-lah yang melayani kami. Dia seorang gadis desa, kulit tubuhnya hitam manis namun bodinya seksi untuk ukuran seorang pembantu rumah tangga di daerah kami tinggal, jadi dia sering digoda oleh para supir dan pembantu laki-laki, tapi aku yang bisa mencicipi kehangatan tubuhnya. Inilah yang kualami dari 3 bulan lalu sampai saat ini.


Suatu hari ketika aku mau ambil laundry di rumah majikan Yarmi dan kebetulan dia sendiri yang melayaniku.
“Yarmi, bisa tolong saya cariin pembantu…”
“Untuk di rumah Bapak…?”
“Untuk di apartemen saya, nanti saya gaji 1 juta.”
“Wah gede tuh Pak, yach nanti Yarmi cariin… kabarnya minggu depan ya Pak.”
“Ok deh, makasih yah ini uang untuk kamu, jasa cariin pembantu…”
“Wah.. banyak amat Pak, makasih deh..”

Kutinggal Yarmi setelah kuberi 500 ribu untuk mencarikan pembantu untuk apartemenku, aku sangat perlu pembantu karena banyak tamu dan client-ku yang sering datang ke apartemenku dan aku juga tidak pernah memberitahukan apartemenku pada istriku sendiri, jadi sering kewalahan melayani tamu-tamuku.

Dua hari kemudian, mobilku dicegat Yarmi ketika melintas di depan rumah majikannya.
“Malam Pak…”
“Gimana Yar, sudah dapat apa belum temen kamu?”
“Pak, saya aja deh.. habis gajinya lumayan untuk kirim-kirim ke kampung.”
“Loh, nanti Ibu Ina, marah kalau kamu ikut saya.”
“Nggak.. apa-apa deh Pak, nanti saya yang bilang sama Ibu.”
“Ya, sudah kalau ini keputusanmu, besok pagi kamu saya jemput di ujung jalan sini lalu kita ke apartemen.”
“Ok… Pak.”

Keesokan pagi kujemput Yarmi di ujung jalan dan kuantarkan ke apartemenku. Begitu sampai Yarmi terlihat bingung karena istriku tidak mengetahui atas keberadaan apartemenku.
“Tugas saya apa Pak…?”
“Kamu hanya jaga apartemen ini, ini kunci kamu pegang satu, saya satu dan ini uang, kamu belanja dan masak yang enak untuk lusa karena temen-temen saya mau main ke sini.”
“Baik Pak…”
Dengan perasaan agak tenang kutinggalkan Yarmi, aku senang karena kalau ada tamu aku tidak akan capai lagi karena sudah ada Yarmi yang membantuku di apartemen. Lanjut baca!


Kisah Ngewe Anus Waria dan Cewek Piaraan Pejabat 4

Kisah Ngewe Anus Waria dan Cewek Piaraan Pejabat 4

 Tradingan.com - Dia merasa seakan hendak kelenger ketika tiba-tiba merasakan semprotan hangat dalam lubang analnya. Duh.. Duh.. Kedutan-kedutan besar itu.. Dan semprotan hangat.. Oohh.. Teruss Sopfyaann.. Teruuss..

Tetapi kemudian dengan sangat cepat penisnya sendiri menyusul.. Dia tak menduga ketika tiba-tiba penisnya mengencang dan semakin kencang dan membengkak. Dia merasakan seluruh saraf-sarafnya mengalirkan panas ke batang penisnya itu. Dia perlu pegangan. Tangan-tangannya ingin memegang sesuatu untuk cengkeramannya. Dan akhirnya tangan itu mendarat di bantal. Dia meremasi bantal itu. Mungkin hendak merobeknya.


Dan yang dia rasakan kemudian adalah kedutan besar yang diikuti ledakkan. penisnya berkedut dan mengangguk-angguk memompa keluar dan menumpahkan seluruh cadangan spermanya. Sofyan dan Pak Danu telah meraih orgasmenya secara bersamaan. Entah berapa kali mereka berdua berasyik masyuk menimba nikmat birahi sepanjang malam di pondok Rasuna yang dingin dan romantis itu.

Ini adalah hari terakhir Pak Danu di Jakarta. Nanti sore beliaunya sudah harus berada di airport Sukarno Hatta pada jam 16.00. Mereka kini bergegas kembali ke Jakarta.

Sejak hari itu Sofyan sudah resmi jadi penghuni rumah Bintaro Indah. Mereka membagi dua ikat kunci rumah Bintaro. Masing-masing untuk Pak Danu dan Sophia. Maksudnya apabila sewaktu-waktu Pak Danu ke Jakarta dia bisa langsung ke rumah tanpa menunggu Sophia dari kantornya. Mungkin dua insan ini baru akan kembali berasyik masyuk beberapa minggu lagi di depan.

Sophia memerlukan beberapa hari untuk memindahkan barang-barangnya dari tempat kost ke rumah barunya. Dia menghadap ke RT dan RW setempat sebagai Sofyan. Menjelang akhir minggu dia telah resmi menjadi penduduk Bintaro Indah.

Pada malam harinya, Kamis malam, HP Sophia berdering. Antony berada di ujung sana. Dia pengin ketemu. Karena besok harus kembali bekerja, dan badan juga perlu istirahat sesudah 3 hari terakhir terus menerus bergelut dan bergulat dengan Pak Danu, kemudian disambung dengan urusan pindah rumah, Sophia menjanjikan ketemu Antony pada akhir pekan besok.

Dia mengundang Antony ke rumah barunya. Sudah lama Antony ingin berkunjung ke rumah Sophia tetapi selalu ditolaknya. Tampilan ganda Sophia di tempat kostnya akan membuat tidak nyaman bagi keduanya. Tetapi kini Sophia telah berada di rumahnya sendiri.

Jumat sore sesuai janjinya Antony datang dengan ‘moge’-nya yang HD 750 cc-nya. Sophia sangat birahi kalau melihat Antony duduk gagah diatas pelana HD-nya itu. Suara menderumnya membuat Antony nampak sangat jantan. Kalau sudah begitu rasanya Sophia ingin secepatnya Antony ‘menyengat’-kan penisnya ke haribaannya.

Sesaat Antony melihat-lihat rumah dan isinya. Namun baik Antony maupun Sophia tidak tertarik untuk membicarakannya. Hubungan mereka selama ini hanyalah bersifat praktis dan temporer. Tanpa mesti menyangkut harkat kehidupan masing-masing pribadi. Pada saat memasuki rumah, Antony hanya berpikir, “Oo, ini to, rumah Sophia”.
Sementara Sophia juga berpikir,”Ah, dia khan tidak perlu tahu urusan pribadiku”.

Mereka lebih memilih saling berpagut melampiaskan kerinduan masing-masing. Inilah pertemuan dua insan yang paling liar dan panas tetapi penuh tulus tanpa embel-embel pamrih macam-macam. Secara syahwati, antara Antony dan Sophia benar-benar saling memendam birahi. Dimata Antony Sophia adalah dewi dan dimata Sophia Antony adalah dewa. Antony akan melatakan bibir dan lidahnya pada indahnya tubuh Sophia dan demikan pula Sophia pada tubuh tampannya Antony. Wajib baca!


Kisah Ngewe Anus Waria dan Cewek Piaraan Pejabat 3

Kisah Ngewe Anus Waria dan Cewek Piaraan Pejabat 3

 Tradingan.com - “Tetapi ketiak ini sungguh sangat nikmat dalam jilatan lidahku. Biarlah aku melahapi tubuhnya sepuasku. Biarlah kunikmati apa yang kini telah kuraih. Masa bodoh dengan yang lainnya” demikian sebersit pikiran Pak Danu yang kini tenggelam dalam nikmat syahwat tubuh Sophia. Dia tetap yakin Sophia akan menerima lamarannya.

Dia akan ganti memandikan Sophia yang belum mandi ini dengan lidahnya. Bau asem tubuh indahnya sangat merangsang birahinya. Dia tak akan melewatkan se-inchipun tubuh Sophia luput dari lumatan bibirnya. Kini biarlah Sophia yang merasakan nikmatnya ‘mandi kucing’. Pak bupati merangseki lembah, palung dan bukit-bukit indah tubuh Sophia dengan hati merana.


Sophia merasa dimanjakan oleh Pak bupati. Pada pagi yang masih dingin ini Pak Danu telah menjemput tubuhnya dengan lumatan bibir dan jilatan lidahnya.’Mandi kucing’ yang kemarin dia suguhkan kepada Pak bupati kini dikembalikan lagi kepadanya. Dan Pak bupati benar-benar sangat profesional dengan sepenuh perasaan dia melakukan itu semua.

Dia mendapatkan getaran syahwat yang sangat sensasional saat merasakan betapa bibir dan lidah Pak bupati merambah lubang duburnya. Lidahnya yang terasa mendesaki pusat lubangnya seperti kepala ular yang mematuk-matuk untuk merobek kulit telur penyu yang liat untuk santapan paginya. Lidah itu tak mampu menembusi lubang analnya. Sophia memperdengarkan desahan dan rintihannya yang sangat mengibakan dan membuat Pak Danu menjadi sangat liar.

Pertarungan pagi itu berakhir dengan muncratnya sperma Sophia ke mulut Pak bupati yang langsung dengan gagap dan penuh nafsu dia kunyah-kunyah dan telan habis cairan lengket kental semanis dan segurih kelapa muda itu. Untuk beberapa saat seusai pertarungan pagi mereka bermalas-malasan di ranjang.

Saat sarapan pagi di kamarnya, Pak Danu Roso kembali menyampaikan lamarannya kepada Sophia. Edan.. Sophia benar-benar memainkan peranannya selaku pemegang ‘bargenning position’ yang hebat. Dia hanya menjawab dengan senyuman manisnya. Sebuah senyuman itu mengandung ‘powership’ yang hebat pula. Sebagai seorang penguasa di daerahnya, pagi ini Pak bupati berada di benar-benar bawah ‘powership’-nya waria Taman Lawang itu.

Pak bupati tidak mampu meyakinkan lebih jauh. Jawaban ‘YA’ tak kunjung keluar dari bibir Sophia yang cantik itu. Dia tidak tahu bagaimana membaca senyuman itu. Ah, kalau Sophia itu seorang diplomat, pasti dia adalah diplomat yang ulung. Yang dengan senyumannya bisa menjatuhkan lawannya.

Untung Pak Danu bukan orang yang cepat menyerah. Untuk tahap awal keduanya bersepakat akan tetap tinggal bersama hotel ini hingga besok malam. Hari ini Pak bupati akan mengajak Sophia melihat rumahnya di Bintaro Indah. Sophia akan berubah menjadi Sofyan yang disainer iklan itu yang diaku sebagai adik sepupunya. Pak Danu Roso turun ke shopping arcade untuk mencarikan setelan celana panjang dengan T. Shirt untuk Sofyan.

Kini tampillah Pak Danu Roso bersama adik sepupunya pergi bermobil ke arah Bintaro Indah. Sofyan pegang kemudi Audi A3 tahun 2004 untuk menyusuri jalan-jalan macet metropolitan. Walaupun mereka sudah pas berlaku sebagai kakak dan adik sepupunya namun kedua orang ini terus berasyik masyuk menyalurkan roman birahi di sepanjang jalan. Tangan Pak Danu terus menggenggam dan mengelusi kemaluan gedenya Sofyan.

Lumayan. Ini rumah type 76 dengan luas tanahnya yang 200 m2. Rasanya harganya tidak kurang dari 350 juta rupiah. Di garasinya ada VW Beatle 2000. Perabotan rumahnya lengkap dari ruang tamu sampai ke dapur. Rumah itu kosong tanpa penghuni. benar-benar kosong. Yang ada hanyalah penjaga malam yang disewa dari kampung sebelah, Pak Giman panggilannya. Lanjut baca!


Kisah Ngewe Dubur Waria dan Cewek Piaraan Pejabat 2

Kisah Ngewe Dubur Waria dan Cewek Piaraan Pejabat 2

 Iklans.com - Saat mesti berhenti di sebuah lampu merah, di keremangan cahaya dalam mobilnya Danu Roso menyandarkan kepala sambil mencium bahu indah Sophia.

Dia mendapatkan respon dan senyuman yang mengembang dari bibir Sophia. Bagi Sophia tamunya kali ini sungguh merupakan tamu istimewa. Disentuh belainya dagu Pak bupati saat nempel di bahunya. Pak bupati langsung serasa dimanjakan. Dia lupakan istrinya, dia lupakan anaknya, dia lupakan DPRD, dia lupakan 1 juta rakyat dan dia lupakan pekerjaan dinasnya di Jakarta. Pak bupati kini sedang perlu istirahat sejenak dan relaks untuk memikirkan hal-hal yang inovatip demi kesejahteraan yang lebih besar lagi bagi daerahnya.


Tangan yang membelai dagunya diambilnya. Telapak tangan Sophia diciuminya. Sophia menggelijang. Lidah Pak bupati terasa kasar pada permukaan telapak tangannya. Syahwat Sophia merinding bergetar. Tangannya menjamah dan meremasi lembut bibir tamunya.

“Soph, ke kamarku saja yok”
“Dimana pak?”
“Aku ada 2 kamar. Satu di Sahid, penginapan resmi untuk tamu-tamu resmi yang mau ketemu aku di Jakarta ini. Satu lagi di Daichi Tanah Abang yang disediakan oleh seorang pengusaha dari daerahku.
Pilih mana?”
“Terserah bapak, to”.
Sampai di depan lobby hotel Daichi Pak bupati menyerahkan kunci kamar,
“Sophia langsung tunggu di kamar ya, ini kuncinya. Aku parkir dulu”.

Dari kamar Pak bupati pesan makanan. Berbagai makanan serta minuman mewah dan enak melimpah di meja President Suite kamar no. 513 itu. Nampaknya mereka berdua siap untuk ‘long play’ hingga pagi hari.

Malam itu Sophia memberikan yang terbaik bagi tamunya. Pak bupati mendapatkan layanan hebat dari bidadari Taman Lawang ini. Layanan yang sangat spesial yang hanya diberikan untuk tamu spesial pula. Lidah Sophia melata pada tubuh Pak Danu Roso. Seperti kucing yang memandikan anaknya, dengan bibir, lidah dan ludahnya Sophia merambah dan memandikan tubuh berikut lambang-lambang ke-lelaki-an Pak Danu.

Pak Danu Roso merasakan betapa ‘mandi kucing’ yang diberikan Sophia telah memberikan sensasi syahwat yang luar biasa. Tak ada secuilpun bagian tubuhnya yang terlewat dari jilatan lidah Sophia. Semua lembah, bukit, palung beserta semak belukar yang ada di tubuh Pak bupati tanpa ada yang terlewatkan dirambah oleh kecupan bibir dan jilatan lidah sang bidadari.

Setiap sapuan lidah Sophia melata merambati bagian-bagian peka tubuhnya, setiap kali itu pula syahwatnya tergetar dan membuat tubuhnya bergelinjang luar biasa. Desah, rintih dan racau berkesinambungan terus menerus keluar dari mulut Pak bupati. Hampir sepenuh malam Pak bupati tak pernah menginjak bumi. Sophia telah membuatnya terus melayang-layang mengarungi angkasa nikmat birahi yang tak terhingga.

Hingga menjelang pagi, penis Pak bupati telah 4 kali menumpahkan berliter-liter sperma ke mulut Sophia. Tetapi energinya tidak nampak susut. Penisnya yang cukup gede bagi rata-rata ukuran orang Indonesia masih tetap tegak menantang. Adakah dia pakai resep dari daerahnya? Pasak Bumi kali, ya?! Dan dari sinilah kisah anak manusia ini bermula..

Ketika segalanya seharusnya usai, justru di kamar President Suite Daichi ini segalanya baru mulai. Pak Danu Roso benar-benar terseok dan tersungkur lahir maupun batinnya. Dia jatuh hati kepada Sophia. Pak bupati jatuh cinta kepada bidadari Taman Lawang.

Apa yang telah diberikan Sophia demi kepuasan syahwatnya sungguh luar biasa. Dia nggak pernah menerima kenikmatan sebesar itu. Baik dari istrinya maupun dari perempuan sundal atau dari waria lain. Sophia telah memberikan pengalaman syahwat birahi yang penuh sensasi. Kini, dengan sepenuh percaya dirinya, dengan tanpa merasa takut atau khawatir akan mengancam martabat maupun harga dirinya Pak Danu Roso melamar Sophia. Matanya memandang dengan tajam ke mata Sophia, Wajib baca!


Kisah Ngewe Dubur Waria dan Cewek Piaraan Pejabat 1

Kisah Ngewe Dubur Waria dan Cewek Piaraan Pejabat 1

 Iklans.com - Jakarta yang metropolitan dan ibu kota Indonesia ini dikunjungi oleh segenap warganya dari Sabang sampai Merauke. Disamping masyarakat umum, dengan alasan tugas negara para pejabat dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah silih berganti datang pergi dari daerahnya ke Jakarta. Ada yang wakil rakyat, bupati, sekda, ABRI, guru, polisi, camat, tenaga ahli, politisi, gubernur, pengusaha, utusan para petani atau buruh dan berbagai profesi lainnya. Menjelang pemilu kemarin banyak pula Caleg yang mondar mandir ke Jakarta.

Tapi, yaahh.. Namanya manusia. Kalau sudah sampai Jakarta, urusan tugas bisa jadi lain. Kebanyakan urusan-urusan itu jadi mengembang. Tetapi bukan berarti tugas yang makin nambah banyak. Yang berkembang adalah selingannya. Dengan akibat urusan utamanya jadi kapiran dengan alasannya kurang waktu atau waktunya terlampau singkat.


Yang namanya tugas khan hanya berlangsung pada jam kerja. Diluar itu orang ber-hak untuk bebas. Dan sebagai abdi negara orang khan juga memerlukan istirahat, relaks atau mencari hiburan agar pikiran tidak lelah atau tegang demi pengabdiannya kepada negara dan bangsa tercinta. Ah, romantis banget nih..

Untuk itu mereka perlu shopping ke Mangga Dua atau Sogo Grand Hyyat. Atau pijat sana dan pijit sini di panti pijat yang banyak terserak di seantero Jakarta. Atau sekedar jalan-jalan ‘window shopping’ dan ‘site seeing’ ke berbagai tempat di pelosok-pelosok metropolitan ini. Salah satu tempat yang paling populer dikunjungi oleh para tetamu Jakarta adalah Taman Lawang, tempat mangkalnya para waria di daerah Menteng, Jakarta Pusat.

Taman Lawang ini oleh para waria juga bisa dipandang sebagai metropolitan atau ibukota republik tercinta dalam skala kecil atau mini. Alasannya antara lain adalah, walaupun tidak menampilkan pakaian daerahnya yang tradisional, para waria dari berbagai suku bangsa setanah air bisa ditemui di sini.

Mereka bisa ditandai dari omongannya yang suka diseling dengan bahasa daerahnya atau dari ciri-ciri fisiknya yang khas. Misalnya warna kulitnya. Rambutnya atau lainnya. Ada yang berkulit coklat, ada yang hitam, ada yang kuning, ada yang sipit, ada keriting dan macam-macam ragam lainnya. Yang pantas menjadi teladan nasional adalah, di taman ini yang namanya semangat NKRI atau semangat persatuan dan kesatuan Indonesia tak pernah tergoyahkan. Tak pernah ada perkelahian antar waria, antar suku, antar warna kulit, antar ras dan sebagainya di taman ini.

Kalau toh di tempat ini ada semacam kerusuhan, justru ditimbulkan oleh para petugas Kamtib yang maunya ‘sok’ bikin tertib para waria. Dan akibatnya para waria pada lari tunggang langgang atau ngumpet sampai Kamtib-nya pergi. Sepertinya ada korelasi antara ciri-ciri penghuni dengan ciri-ciri tamunya di keramaian Taman Lawang ini. Tetapi adanya sentuhan persamaan asal usul antara tamu dan penghuninya itu bukan merupakan motivasi utama adanya kehadiran mereka di sana.

Pada dasarnya mereka, masing-masing pihak, baik tamu maupun penghuni memiliki motivasi sendiri-sendiri. Dan kalau boleh disimpulkan motivasi yang nampaknya dimilki setiap orang yang ada di Taman Lawang boleh dibilang terbagi dalam 2 kelompok besar. Yaitu, demi kepuasan syahwat dan demi uang. Kalau toh ada yang lain, adalah paduan keduanya, yaitu mencari kepuasan syahwat sekaligus mendapat uang. Soal mendapat uang ini bukan semata-mata monopoli pihak penghuni. Wajib baca!


Cerita Ngentot Anus dan Vagina Sambil Mendesah

Cerita Ngentot Anus dan Vagina Sambil Mendesah

 Tradingan.com - P-ku berdering. “Koswara”, kulihat nama di layar, dan aku gembira sekali dibuatnya.

“Mail, jadi nggak tarung kita malam ini?” katanya sambil tertawa tawa.
“Siapa takut?” jawabku.
Lalu Koswara berkata, “Jangan lupa bawa Sri, ya?”.
“Jangan kuatir, aku sudah bicara dengan dia, dan setelah kubujuk, dia setuju untuk ikut dalam ‘pertarungan’ kita. Bagaimana dengan Mina-mu?”.
“Beres” katanya.
Lalu, “Sampai jam delapan nanti, di lokasi biasa!” dan Koswara menutup pembicaraannya.


“Hmm, masih jam enam”, pikirku sambil berjalan ke ruang tengah dimana kulihat kekasihku sedang membaca email dari sahabat-sahabatnya sambil duduk di sofa dimana kami biasa memadu kasih.
Aku mengendap-endap dan kemudian dari belakang kusambar tengkuknya dengan ciuman dan tanganku langsung menyambar payudaranya dan meremasnya dengan halus namun dengan perasaan gemas.
“Aihh..” dalam keterkejutannya, Sri berseru.
Namun setelah sadar, dia lalu menyimpan laptop tersebut di sampingnya seraya berkata, “Kang, kamu senengnya bikin kaget orang aja.. Ya sudah, mendingan kita makan malam dulu yuk!” ajaknya sambil melepaskan tanganku dari buah dadanya.

Salah satu hal yang menggairahkan dari Sri adalah bahwa dia tidak pernah menggunakan bra di dalam rumah, kecuali kalau ada tamu. Jadi karena T-shirt yang digunakannya terbuat dari bahan yang tipis, yang tadi kurasakan pada genggaman tanganku adalah sensasi indah yang hanya dikenal oleh pria-pria yang telah memegang payudara wanita matang, seperti Sri-ku ini. Sensasi lembut, kenyal, hangat dan menggemaskan yang memenuhi telapak tangan dan perasaan pria dewasa!

Aku makan dengan lahap dan memuji muji buah tangan kekasihku ini, karena memang masakannya amatlah sesuai dengan seleraku, pedas dan agak manis. Sesuai dengan panasnya “permainanku” dan manisnya wajah kekasihku ini ketika orgasme melandanya! (itu sih menurutku).

Setelah kami selesai makan, aku melihat jam dan waktu menuju “pertarungan” hanya tinggal satu jam setengah.
Kemudian aku berkata, “Sri, masih ingat dengan yang Akang bicarakan dua hari yang lalu?”.
“Tentang apa, Kang?” matanya dengan nakal mengerling ke arahku.
Sambil tersenyum aku menjawabnya, “Tentang pertarungan Akang dengan Kang Koswara yang akan melibatkan kamu dan Mina itu lho”.

“Ooo, soal itu. Hari ini ya, Kang?” katanya sambil menggoda.
“Hmm, ternyata dia ingat”, pikirku.
“Ternyata dia menanti nantikan hari ini juga”.
Kemudian aku bergegas ke kamar mandi sambil menarik Sri untuk kami melakukan ritual pembersihan tubuh bersama sama, yang biasa kami lakukan setiap hari. Namun tidak seperti biasanya, kami tidak melakukannya sampai ke puncak, sore ini, karena ada tantangan lebih besar menunggu kami dalam pertarungan “Koswara VS. Ismail” malam ini yang membutuhkan energi dan stamina lebih!

Pukul 19.50, kami telah sampai di lokasi yang telah ditentukan. Kota Bandung hanya memiliki satu ‘arena’ yang sesuai dengan kebutuhan pertandingan malam ini. Mitsubishi Lancer-ku kuparkirkan dipinggir jalan masuk pintu tol, sambil menunggu Koswara datang. Kubiarkan angin malam yang sejuk memenuhi kabin mobilku yang kelak akan dipenuhi hawa panas nafsu manusia. Sri sudah keluar dan meregangkan tubuhnya untuk kembali menyiapkan diri membela Akang tercintanya. Tak lama BMW Koswara tiba, yang kemudian mengeluarkan dua sosok tubuh manusia yang sangat kukenal, Mina dan Koswara.

“Bagaimana, sudah siap, Mina sayang?” kataku nakal, menyambut sepasang kekasih yang sudah lama kami kenal.
Kulihat Sri mendelik kepadaku dan aku melempar senyuman dan kedipan mata yang membuatnya mengerti bahwa itu hanyalah taktik saja untuk menggoda Mina agar konsentrasinya pada pertandingan buyar.
Mina tersenyum saja namun Koswara berkata sambil tertawa, “Wah, terima kasih atas sambutannya dan kesediaan kalian untuk menunggu. Maaf kami terlambat, meskipun saya sudah tidak tahan untuk menerima layanan terbaik putri Sri, ha, ha, ha..”. Lanjut baca!


Cerita Seks Pemerkosaan Gadis Desa Yang Montok

Cerita Seks Pemerkosaan Gadis Desa Yang Montok

Aopok.com - Cerita Dewasa, Cerita Seks Pemerkosaan Gadis Desa Yang MontokSemenjak kecil saya tinggal bersama nenekku, dan bersama nenekku tinggal om-om dan tante-tanteku (anak-anak dari nenekku). Omku yang ketiga menikah dengan seorang wanita yang bernama Merry yang kupanggil dengan sebutan Tante Merry. Tante Merry orangnya indah, wajah dan tubuhnya cukup sexy dan orangnya mudah bergaul, secara khusus denganku.

Cerita Seks Pemerkosaan Gadis Desa Yang Montok


Oh ya, namaku adalah Dharma, masih sekolah di SMA waktu itu. Semula omku hal yang demikian tinggal bersama kami, dan saya yang ketika itu sedang menikmati (cerita mesum) masa remaja kaprah-kaprah usia 16 tahun sering melihat Tante Merry sedang bercumbu dengan suaminya, dan kadang-kadang di depanku Tante Merry mengusap penis omku, sebut saja Om Chandra. Batang kemaluanku yang ketika itu sedang remaja-remajanya lantas menjadi tegang, dan sesudah itu saya menjalankan onani membayangkan sedang bersetubuh dengan Tante Merry.

Cerita Pemerkosaan Tante Merry Yang Menawan

Setelah mereka menikah 1 tahun, walhasil mereka pindah dari daerah nenek kami dan membeli rumah sendiri yang letaknya tak terlalu jauh dari rumah nenek kami. Kalau Tante Merry hendak pergi, biasanya dia memanggilku untuk menjaga rumahnya, takut ada maling. Suatu hari saya dipanggil oleh Tante Merry untuk menjaga rumahnya.

Saat saya datang, dia sedang ada di kamar dan memanggilku, “Dharma, masuk ke kamar..!” teriaknya. “Ya Tante..” jawabku. Ternyata di dalam kamar, tante sedang memakai BH dan celana dalam saja, saya disuruh menghubungkan tali BH-nya. Dengan tangan gemetaran saya menghubungkan BH-nya. Ternyata Tante Merry tahu saya gemetaran. Ia bertanya, “Kenapa Dharma gemetaran..?” “Enggak Tante,” jawabku. Namun tante pesat tanggap, dipeluknya tubuhku dan diciumnya bibirku sambil berkata, “Dharma, Tante ada perlu berkeinginan pergi dahulu, ini Tante beri pendahuluan dahulu, nanti jikalau Tante pulang, Tante akan berikan yang lebih nikmat.” “Ya Tante.” jawabku. WAJIB BACA SELENGKAPNYA!!!

ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia

Broker Kripto

Tempo Doeloe

Olahan Makanan

Ulasan Film

Keimanan dan Keyakinan

Top Bisnis Online

Tips dan Trik